Nikah Muda Why Not, Mati Muda Siapa Takut

Mungkin inilah salah satu tulisanku yang akan menuai kontroversi ataupun memunculkan berbagai polemik dalam menyikapinya. Tapi, bagiku itu bukan sebuah penghalang untuk terus menuangkan isi pikiranku ke dalam sebuah tulisan. Karena dalam hidupku sebuah tulisan yang aku buat tak ubahnya sebuah saksi bisu yang aku hidupkan sehingga kelak akan bercerita tentang hidup dan kehidupanku ketika aku telah tiada.

****

Nikah muda, bicara tentang nikah muda tentu pihak pertama yang akan menentang hal ini adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioal (BKKBN), pernikahan di usia muda atau juga dikenal dengan istilah pernikahan dini tidak menguntungkan bagi program keluarga berencana. Masa reproduktif menjadi lebih panjang, sehingga kemungkinan punya lebih banyak anak akan meningkat.

nikah mudaNamun kali ini aku melihatnya dari sisi yang berbeda, Nikah Muda atau Pernikahan Dini tak perlu disikapi berlebihan sehingga menjadi sebuah ketakutan akan dampak yang ditimbulkan. Jelas, Nikah Muda dan Mati Muda di dalamnya terdapat sebuah kolerasi yang nyata. Seperti kita ketahui, bahwa angka kematian ibu maupun bayi, terjadi sebab hamil di usia yang terlalu muda sehingga ada kecenderungan risiko tinggi untuk kematian ibu. Di samping itu, kualitas anak yang dihasilkan pun biasanya memiliki berat badan rendah sebab ibunya masih dalam masa pertumbuhan sementara bayinya juga butuh nutrisi. Namun, kembali lagi bahwa dengan adanya pergeseran budaya di negeri ini membawa kita terjebak pada sebuah situasi dimana kebebasan seks di usia muda terjadi dimana-mana. Budaya barat yang cenderung bebas dan bahkan teramat bebas kini telah menggerogoti budaya kita yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kental akan nilai-nilai agama.

Nikah muda, aku memandangnya memang ibarat dua sisi pisau yang berbahaya, disisi lain menjadi penyelamat kaum muda dari maksiat kebebasan seks, dan disisi lainnya pula memicu terjadinya risiko mati muda. Tapi mati muda manusia bisa saja menduga-duga, namun Tuhan jugalah yang menentukan. Jadi, dari sini aku mengambil sisi positif nikah muda itu bahwa nikah muda adalah salah satu upaya untuk tetap menjunjung tinggi nilai moral dan agama yang sangat bertentangan dengan kebebasan seks diluar nikah yang syarat akan maksiat.

So, nikah muda why not.

****

Mati muda, bicara mati muda tentu membawa kita tidak akan hanya membicarakan tentang sebab dan akibat dari sebuah kematian di usia muda namun dalam hal ini kita perlu melibatkan kuasa sang pencipta di dalamnya, yah Tuhan YME.

Oleh WHO atau Badan Kesehatan Dunia disebutkan bahwa ada 60 juta kematian di usia muda di seluruh dunia disebabkan karena lima faktor, yakni hipertensi (13%), merokok (9%), gula darah tinggi (6%), kurang olahraga (6%), dan obesitas atau kegemukan (5%). Kelima hal ini tentu tak bisa lagi kita munafikan, karena hal ini memang dekat dengan kita akibat adanya perubahan gaya hidup yang kini serba instant. Sehingga tanpa terkecuali, usia muda pun akan berisiko terkena kelima faktor ini. Kelima faktor ini tentu meningkatkan risiko terkena penyakit kronik dan berbagai penyakit penyebab kematian seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Sehingga risiko kematian di usia muda tak bisa dihindari lagi. Namun sekali lagi, manusia bisa saja menduga-duga kematian dari sebuah sebab akibat, tetapi Tuhan jugala yang menentukan. Toh pada akhirnya memang kita semua akan mati.

So, mati muda siapa takut.

****

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s