Stress Kerja Tinggi, Salah Lagi Saya Usir

stress kerja tinggiTak pernah terbayangkan olehku, dia yang selama ini saya kenal sebagai sosok yang periang, sabar dan rendah hati dan juga telah banyak membantu saya tiba-tiba berubah dalam sekejab.

****

Berawal dari saya yang kemarin pagi hendak mengurus surat keterangan selesai melakukan penelitian di salah satu rumah sakit ternama di Makassar menemuinya di ruangan kerjanya. Namun kali ini, aku menemuinya dalam kondisi yang sedang sibuk dengan setumpuk berkas di mejanya.

Sejenak ia menghentikan pekerjaannya sambil menatap saya, tanpa basa basi dengan santun lantas saya bertanya kepadanya

“Kak’ saya mau ambil surat keterangan selesai melakukan penelitian di rumah sakit ini” tanyaku kepadanya,

“Iya, bisa dek. Ada soft copy hasil penelitiannya?” jawab dan tanyanya kepadaku,

“Iya, ada kak, ini” jawabku sambil memberi flashdisk yang berisi soft copy yang dimaksud,

****

Singkat cerita, walau terkesan ada pekerjaan yang lebih penting baginya ia kemudian tetap mengetik surat keterangan yang saya minta.

Tak tau apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya, dalam surat keterangan tersebut ada beberapa kesalah  yang ia lakukan dalam pengetikan sampai akhirnya ia di tegur dan disuruh ulang pembuatan suratnya oleh atasannya karena kesalahan pengetikannya.

Surat keterangan selesai, print outpun jadi. Saya yang hendak kembali menghadapkan surat tersebut ke atasannya kembali memeriksa surat tersebut lebih awal takut ia kembali kena teguran oleh atasannya. Alhasil kesalahan pengetikan kembali saya dapatkan kata yang semestinya tertulis “kecerdasan” ditulisnya “kecemasan”. Saya hadapkan kembali kepadanya, ia pun kembali memperbaiki surat tersebut walau terlihat jelas ada rasa tertekan dalam dirinya.

Namun setelah memperbaiki surat tersebut, satu kalimat penutup yang aku dapatkan darinya dan membuatku terheran heran yakni,

“Salah lagi, saya usir”, ucapnya dengan nada marah,

 “Wah dia kini marah kepada saya karena habis dimarahin oleh atasannya” ucapku dalam hati.

****

Akhirnya dari kejadian ini sebuah pelajaran berharga yang kembali saya petik adalah, orang periang, sabar dan rendah hati pun akan berubah dengan cepat tatkala mengalami banyak tekanan dalam dirinya. Mungkin inilah fenomena dari sebuah stress kerja yang tinggi yang sangat mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Dan berkat kejadian ini pula semakin menguatkan hasil penelitian saya. Bahwa kecerdasan emosional atasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja bawahan, dimana semakin baik kecerdasan emosional atasan maka semakin baik pula kinerja bawahan dan sebaliknya atau cerminan dari seorang atasan akan terlihat pada bawahannya atau lebih konkritnya ketika atasan pemarah maka bawahan cenderung suka marah, ketika atasan pemalas maka bawahan cenderung suka malas dan seterusnya.

****

logo KC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s