Dua Dosa Di Pagi Hari

ISO-IE340-018 - © - Image SourceYah… tadi shubuh sehabis makan sahur, ibu, nenek dan adik aku mengajak aku untuk berangkat sama-sama ke masjid. Namun karena acara tv yang sedang seru-serunya membuat aku masih betah berbaring di depan tv terlebih memang rasa kantuk masih menyelimutiku.

Bosan menantiku yang tak kunjung tergerak untuk berangkat bersama ke masjid. Akhirnya, mereka bertiga bergegas ke masjid.

Takut ada yang masuk, selepas mereka berangkat ke masjid  saya pun kelur untuk mengunci pintu rapat-rapat. Setelah itu, saya kembali berbaring di depan tv sambil menikmati acara tv walau dalam kondisi mata ini mulai terasa berat. Kini rasa kantuk makin menderaku akibat malam ini sampai pagi ini setelah makan sahur saya belum tidur. Yah ini akibat dari siang tadi saya habiskan dengan banyak tidur.

****

Tak terasa kini aku benar-benar terlelap dalam tidurku. Agenda shalat shubuh pun terlupakan. Kini tv berbalik yang menonton aku yang tengah tertidur. Sampai akhirnya ibu, nenek dan adik aku ternyata sudah pulang dari salah shubuh dan kini hendak masuk ke dalam rumah.

Mereka mengetuk pintu namun tak kunjung pintu di buka, mereka mengetuk jendela yang tepat berada di sampingku namun tak kunjung aku rasakan, mereka berteriak dan sama sekali belum bisa membuatku tersadar dan terbangun. Merka bersabar menantiku untuk terbangun namun tak kunjung bangun. Aku benar-benar ada pada klimaks tidur yang lelap.

Sungguh peteka bagi ibu, nenek dan adik aku akibat ulahku yang tidur dengan lelap. Matahari mulai terbit, jam masuk sekolah kian dekat, namun aku tak sedikit pun memberikan tanda-tanda akan bangun apalagi hanya sekedar merasakan kehadiran mereka di depan pintu rumah.

****

Adikku mulai gelisah, hari ini ia harus masuk sekolah, terlambat adalah hal yang menakutkan baginya, maklum murid baru. Ibuku hendak ke kantor dengan segudang aktivitasnya, dan nenek hendak ke pasar menyiapkan bahan makanan untuk berbuka nanti.

Kini semua dinding rumah telah diketuk, beragam panggilan untuk membangunkan aku telah di lakukan namun aku tak kunjung terbangun dari tidurku.

Rasa lelah, bosan dan pasrah melihat aku kini mereka terima dengan ikhlas dan sabar. Sekali lagi ramadhan adalah bulan tarbiyah. Melatih diri untuk bersabar adalah salah satunya.

Namun, ramadhan betul-betul menunjukkan sisi lain dari eksistensinya sebagai bulan penuh rahmat, bulan dimana Allah SWT selalu memberikan rahmat dan kemudahan pada hambanya. Atas izin dan petunjuk Allah SWT mereka baru saja menemukan jalan keluar dari permasalahan ini. Salah satu jendela rumah aku ternyata tidak terkunci dan dari sanalah mereka masuk kedalam rumah. Hingga pada akhirnya ibu, nenek dan adik aku berhasil masuk kedalam rumah.

Kini ia kembali hendak menyadarkan dan membangunkan aku, namun yang terjadi keberadaannya untuk membangunkanku sungguh tak berarti. Aku tak kunjung bangun, aku larut dalam tidur lelapku selarut-larutnya hingga panasnya mentari yang masuk melalu jendela membangunkanku dengan panik tepat pada pukul 09.40 wita.

Ya Allah baru saja aku melewatkan shalat shubuh berjamaah.

Dan dengan panik aku baru menyadari bahwa sampai saat ini pintu dalam kondisi terkunci walau pada akhirnya aku sadari bahwa mereka telah hadir di rumah ini sebelum kunci pintu terbuka. Yah aku baru saja mendengarkan lantunan suara nenek aku yang dengan merdunya mengaji di teras rumah. Sampai ia tersenyum melihatku yang terbangun dengan panik menemuinya.

Sungguh dua dosa baru saja aku lakukan pagi ini, meninggalkan shalat shubuh dan membawa derita bagi keluarga.

Astagfirullahaladzim. Ya Allah ampunilah aku.

****

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s