Sumur Bor, Antara Lumpur Dan Keringat

keringatHari ini begitu banyak waktu yang saya lewati mendampingi tiga orang tukang sumur bor yang mengerjakan sumur bor di rumah saya. Pagi, siang hingga sore saya habiskan bersamanya.

Bulan puasa menjadi bulan penuh dengan pahala tak terkecuali ketika kita menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal positif yang membawa kebaikan. Tak salah saya memutuskan untuk ikut berpatisipasi untuk membuat sumur bor yang kelak menjadi sumber air bagi keluargaku di tengah tidak maksimalnya suplai air bersih dari PDAM.

Kesan tidak serius menangani masalah suplai air ke masyarakat perlu menjadi catatan hitam buat pihak PDAM di daerah saya. Bagaimana tidak air hanya mengalir dengan baik tatkala matahari belum terbit atau tepatnya di waktu shubuh dan selebihnya pagi, siang dan sore hari terkesan kerang air PDAM tak berfungsi. Ini pula menajdi alasan kenapa keluarha saya memilih mendua dengan membuat sumur bor baru.

Tak terasa empat jam berlalu pipa besi panjang kian mulai menusuk tajam ke dalam jantung bumi mejadi sumber air. Luapan air kian deras, tanngulpun mulai di buat menampung air untuk di gunakan kembali. Terik matahari kian meyinari  bumi, panasnya siang kian terasa, keringat bercucuran lumpur meluap.

Siang itu galian telah mencapai 6 m, sumber air kian dekat, lumpur bercampur tanah kian terbongkar dan keluar melewati lubang galian, raut lelah nampak di wajah ketiga pekerja sumur bor tak terkecuali saya sendir yang ikut membantu penggalian.

Kini sumber air telah di temukan, bunyi mesin pompa air sang tukang sumur bor kian jelas terdengar di siang hening karena mereka yang berpuasa tengah asyik beristirahat di rumah mereke masing-masing terkecuali kami berempat yang terus bekerja demi sebuah sumur bor yang kelak menjadi salah satu penopang hidup dan kehidupan keluarga saya.

Sungguh siang hari kali ini menjadi siang melelahkan, tampil lelah di antara lumpur dan keringat demi sumur Bor.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s