Lebaran Untuk Siapa?

images (2)Ada yang lucu di negeri ini. Salah seorang ustadz di desaku dalam ceramah tarawihnya di seperdua ramadhan mengemukakan tentang sebagian dari perilaku masyarakat dewasa ini.

Ternyata sebagian dari masyarakat ada yang berpuasanya hanya di awal ramadhan, dilanjutkan pada pertengahan ramadhan dan ditutup dengan berpuasa di akhir ramadhan. Inilah yang kemudian menjadi pemahaman sebagian masyarakat tentang makna berpuasa satu bulan penuh. Padahal yang sebenarnya terjadi mereka hanya berpuasa selama tiga hari.

Namun lucunya, orang-orang yang seperti inilah yang biasanya mengambil shaf paling depat saat lebaran. Ia datang sebelum waktu shalat shubuh untuk menyimpan sajadahnya di shaf paling depan lalu pulang tidur hingga kumandang takbiran bergemah. Seakan yang memang menjadi tujuannya hanyalah perayaan lebaran.

Lihat saja, shalat shubuh harus ditinggalkan lantaran hanya untuk menyiapkan diri tampil cantik dan gagah saat lebaran. Padahal hakikat lebaran adalah diperuntukkan bagi mereka yang mejalani puasa ramadhan secara penuh dan utuh sebulan penuh serta memenuhi segala kewajibannya termasuk shalat shubuh.

Perayaan hari lebaran ibarat perayaan sakral dimana mereka yang melewatinya dengan baik dan penuh keikhlasan akan menerima penghargaan berupa ijazah dari Tuhannya karena telah melewati ujian selama sebulan penuh.

Lalu, bagaimana dengan orang yang berpuasa hanya di awal, dipertengahan dan di akhir puasa dan menjadi orang yang duduk paling di depan saat perayaan lebaran? Apakah ia juga akan menerima penghargaan yang dimaksudkan?

Kata pak ustadz, “passangkai kedomu, nasaba tello amporotu melo muruntu” (bugis), yang dalam bahasa Indonesianya berarti, “berupayalah sekuat tenaga, karena hanya telur busuk alias nol besar yang akan engkau dapatkan”.

Inilah gambaran antara orang yang pantas dan tidak pantas atas perayaan hari lebaran sebagai hari kemenangan ummat Islam yang taat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s