Quality Control Jadi Korban

ranjang tempat tidurBaru saja saya di amanahkan oleh salah satu institusi di Kabupaten Pangkep untuk mengawasi kegiatan pelatihan yang berlangsunmg di institusi tersebut.

Rapat bersama panitia pelaksana pun segera saya laksanakan menjelang pelaksanaan kegiatan. Salah satu catatan yang penting saya sampaikan kepada panitia pelaksana adalah kesiapan ruangan kegiatan yang sedianya berlangsung selama 4 hari dan kesiapan kamar para tamu dan undangan.

Rapat pun usai terlaksana. Kini saya berikan kesempatan kepada panitia untuk bekerja menyiapkan semuanya dan membenahi yang kemudian menjadi catatan saya.

Keesokan harinya menjelang pelaksanaan kegiatan saya kemudian datang di lokasi acara untuk mengevaluasi kesiapan panitia pelaksana.

Temuan pertama, ruangan kegiatan sudah sangat baik, fasilitas kursi yang empuk, perangkat LCD yang baik dan ruangan yang Full AC telah mereka siapkan. Saya kemudian berlanjut ke kamar tamu untuk menguci kesiapan kamar terrsebut.

Dan, sungguh saya jadi korban dari kualitas kerja yang nampak baik namun tidak baik secara kualitas, salah satu tempat tidur yang mereka siapkan, dia berikan seprai putih yang baik, bantal dan empuk hinggga akhirnya saya pun tertarik untuk menguci kenyamanan dari fasilitas tersebut.

Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan, ternyata tempat tidur tersebut langsung roboh setelah saya duduk diatasnya, sunggu inilah sebuah konsekuensi sebagai orang yang di percayakan menjadi pengawas terlebih sebagai quality control dari sebuah kegiatan, yah orang seperti saya harus siap jadi korban sebelum orang lain jadi korban.

Yah itulah Quality Control.

Iklan

Antara Pengusaha Dan Berusaha

pengusahaTerhitung sejak tahun 2011 saya mulai merintis usaha percetakan saya. Jatuh bangun pun aku lalui hingga pada akhirnya pelanggan tersebar ke berbagai pelosok negeri ini tak terkeculai daerah Manokwari di Papua sana menjadi list dengan daerah dimana saya memiliki pelaggan setia. Tentu hal ini mudah saja bagi usaha saya untuk menembus batas daerah dalam pemasarannya mengingat usaha ini memang saya promosikan lewat internet. Yah saya menggeluti bisnis online dan offline dalam bidang usaha percetakan yang kini juga berkembang menjadi usaha advertising.

Tak terasa 2 tahun sudah usaha ini saya geluti, usaha berkembang omset meningkat tentu hal yang lumrah terjadi. Namun jauh dari sudut meja kerjaku di workshop baru saya di Kabupaten Pangkep, saya kemudian merenungi perjuangan saya di usia muda untuk merintis usaha ini bahwa sungguh menjadi seorang pengusaha tidaklah muda. Butuh usaha yang maksimal dan kerja keras yang giat serta kerja cerdas yang tepat.

Target membahagiakan orang tua, keluarga dan membahagiakan diri sendiri tentu menjadi motivasi tersendiri. Namun kini, usia muda kian beranjak ke usia dewasa. Bangku kuliah tak lama lagi akan beranjak saya tinggalkan. Kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian penuh dari seseorang yang akan setia mendampingi tentu terasa semakin menjadi sebuah kebutuhan.

Oh Tuhan, sungguh kini aku antara pengusaha dan berusaha. Semoga jalan ini menjadi jalan tol untuk hambamu ini mencapai semua yang ku mau.

Amin.